Karena Harta…

Dengan hartanya, seseorang memperdaya seorang anak, “Wahai anak muda, bawalah jantung ibumu kepadaku. Aku akan memberimu kekayaan yang berlimpah.”

Lalu, anak bodoh itu menghujamkan pisau ke dada ibunya. Ia keluarkan jantung sang ibu, lalu ia tinggalkan begitu saja. Namun, karena tergesa-gesa oleh nafsu harta, jantung itu pun terjatuh.

Jantung yang kini berselimut debu kotor itu pun berkata, “Nak, apa yang membuatmu terancam?”tears1

Suara itu membuat si anak terharu. Sementara itu, langit begitu murka kepadanya karena kekejian yang belum pernah terjadi sejak manusia diciptakan. Anak itu pun memungut kembali jantung ibunya. Ia cuci jantung itu dengan air mata penyesalan. Ia berkata, “Wahai jantung, dendamlah kepadaku. Jangan harap ampunan untukku, karena dosaku takkan terampuni.”

Ia pun menghunus pisau untuk membelah dadanya sendiri. Namun, jantung ibu tadi meronta, “Cukup! … hentikan wahai tangan! Jangan engkau tusuk jantungku untuk kedua kalinya!.”

Advertisements

Api Menyala di Dalam Kubur

Dalam kitab Al-Kaba’ir, Imam Adz-Dzahabi menuturkan:

      Dikisahkan bahwa ada seorang salaf yang saudarinya meninggal dunia. Saat menguburkan jenazah, dompetnya jatuh ke liang lahat tanpa disadarinya. Setelah ingat, ia kembali menggali kubur itu selepas orang-orang telah pergi.

          Tak disangka, dari dalam kubur itu keluar api yang menyala-nyala. Segera saja ia menutupkan kembali tanah ke liang kubur. Setelah sampai di rumah, dengan sedih dan menangis ia menemui ibunya. Ia berkata, “Wahai ibu, ceritakan kepadaku apa yang telah diperbuat oleh saudariku.”

          “Memangnya kenapa?” tanya ibunya.

          “Ibu, aku melihat dari dalam kuburnya terdapat api yang menyala-nyala.”

        Lalu dengan menangis pula ibunya menuturkan, “Anakku, saudarimu itu selalu meremehkan shalat. Ia sering menunda-nunda shalat.”

liang lahat

Saudara-saudariku tercinta, apa yang membuatmu sibuk sehingga lupa atau melalaikan shalatmu? Apakah karena urusan dunia yang fana, angan-angan sesaat, atau karena hal yang bersifat materi? Semua itu akan sirna. Maka selamatkanlah dirimu, sebelum nanti engkau berkata:

يَا حَسْرَتَا عَلَىٰ مَا فَرَّطْتُ فِي جَنْبِ اللَّهِ وَإِنْ كُنْتُ لَمِنَ السَّاخِرِينَ…

“… Amat besar penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah, sedang aku sesungguhnya termasuk orang-orang yang memperolok-olokkan (agama Allah).” (Az-Zumar: 56)

Sekali lagi, jangan sampe ya keinginan sesaat yang pasti sirna itu maupun harta yang tidak kekal menjadikanmu lalai dalam shalat.

Sumber: Muhammad Al-Qadhi